Mengetahui Arti Dan Sistem Kerja Dari Bisnis Online Reseller


Screenshot_6.png

Seiring semakin pesatnya perkembangan transaksi yang dilakukan via online, maka semakin berkembang juga cara-cara yang dilakukan agar memaksimalkan potensi yang semakin hari terus meningkat itu, salah satunya yaitu dengan menjadi reseller. Metode ini sangat digemari oleh banyak orang dikarenakan dalam menjalaninya bisa dilakukan mulai dari tanpa modal yang tentunya akan menjadi salah satu opsi bisnis yang sangat mudah mendapatkan untung besar.

Karenanya di dalam pembahasan kali ini, kami akan berikan ulasan singkat mulai dari apa itu pengertian dari reseller, hingga cara kerjanya. Penasaran? Simak saja ulasannya dibawah ini.

Apa sih reseller itu ?

Pertama-tama kami akan mulai dengan apa itu arti dari metode Reseller, yang mungkin sebagian besar dari anda masih kesusahan untuk mengetahui  dan membedakannya dengan metode bisnis lainnya. Reseller yaitu suatu kegiatan menjual kembali barang atau jasa yang diberikan oleh pihak lain dengan harga yang lebih tinggi, atau dengan harga khusus yang sudah ditetapkan oleh pihak yang menyediakan barang atau jasa itu .

Asal kata reseller sendiri berasal dari bahasa Inggris, yang diambil kata dasar sell yang artinya menjual, ditambah imbuhan Re- yang jika digabungkan akan berarti “menjual kembali”, dan lalu ditambahkan dengan akhiran -er yang jika semua turut digabungkan akan memiliki makna singkat menjadi “Seseorang yang menjual kembali”.

Cara yang sama dengan ini sudah berlangsung sejak lama, bahkan jauh sebelum era internet serta transaksi online berlangsung, yang dahulu lebih biasanya dikenal dengan istilah “Makelar” atau “Calo” dalam bahasa Indonesia atau “Broker” pada bahasa Inggris.

Lalu seperti apa cara kerjanya ?

Cara kerja makelar dan reseller memang tidak jauh bedanya, yaitu pelakunya bertindak sebagai perantara antara pencari produk/jasa dengan mereka yang punya produk/jasa tersebut, yang mana nantinya makelar tersebut akan menambahkan biaya tambahan atas pekerjaan mencarikan produk jasa itu.

Yang membuat beda reseller dengan metode bisnis serupa lainnya seperti makelar adalah seorang reseller tidak serta merta hanya mencarikan produk/jasa yang sedang dicari oleh orang lain saja, tetapi bisa juga menjual suatu produk/jasa milik penyedia serta inisisatif atau kemauan sendiri.

Contohya saja begini, anda ingin menjual aksesoris untuk gadget atau ponsel, tetapi tidak memiliki modal untuk memproduksi sendiri atau menjadi distributor dari pabrik atau produsen aksesoris itu. Karenanya anda mencari penjual yang menyediakan barang ini, dan anda membeli misalnya 5 jenis barang dengan kuantitas masing-masing yaitu sekitar 50 pcs, yang kemudian anda jual kembali dengan harga yang lebih tinggi dari pada harga beli.

Keputusan anda untuk menetukan produk aksesoris gadget tersebut tidak hanya karena anda melihat peluang pasar, tetapi karena anda ingin menjual jenis barang tersebut karena anda punya segudang pengalaman dan pengetahuan yang cukup, misalnya.

Lokasi penjualan pun tidak melulu hanya memakai metode offline seperti menyewa outlet, ruko, ataupun kios, melainkan anda dapat menjualnya secara online melalui marketplace seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, media sosial seperti Instagram dan lain sebagainya, atau memakai platform online lainnya seperti website toko online yang anda kembangkan serta kelola sendiri.

Cara memasarkan produk atau jasa yang anda jual kembali itu juga sangat banyak caranya, dan tergantung dari jenis produk atau jasa yang anda berikan tentunya.

Misalnya anda bisa memakai perangkat pemasaran tradisional seperti menyebarkan brosur, leaflet, flyer, atau memasang iklan di koran dan majalah, serta dapat juga memasarkan via online dengan cara memasang iklan pada Google Ads, atau memakai Facebook dan Instagram Ads jika anda berjualan lewat media sosial itu.

referensi: maha168