Diungkapkan oleh salah seorang sosiolog Hikmat Budiman dalam diskusi bertema “Dinamika Pilgub Pasca Debat Kandidat”  pada Kamis 19 Januari 2017 yang digelar di LIPI, Jakarta Selatan.

Hikmat Budiman melihat bahwa Anies Baswedan sangat mirip dengan motivator Pak Mario Teguh yang sering membuat kata kata bijak dalam setiap statusnya di media sosial. Hikmat merasa heran dan mengaku bingung kenapa kalimat dan intonasi Anies dalam debat perdana jadi mirip dengan Mario.

Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga ini, menanggapi pernyataan Hikmat Budiman yang menilai bahwa cara bicaranya mirip motivator Mario Teguh.

Menurut Anies, bahwa gaya bicaranya yang memotivasi sudah ada sejak zaman dahulu. “Pendapat beliau bebas ya. Para pendiri republik ini mengungkapkan pikirannya dengan kata-kata yang baik dan tidak ada pendiri republik ini yang disebut motivator. Padahal, Bung Karno itu bicara memotivasi sekali,” kata Anies

Menurut Dirinya, bahwa seorang pemimpin harus bisa memotivasi warganya. Anies juga menekankan pada masyarakat supaya jangan sampai ada anggapan bicara sesuatu dengan tujuan menginspirasi dianggap sebagai hal yang salah.

“Malah jangan sampai pemimpin membosankan kalau berbicara, enggak membangkitkan motivasi, semangat, menginspirasi,” tutur Anies.

Anies berkata bahwa menilai ucapan pemimpin yang memotivasi dan menginspirasi sebagai warisan dari tokoh nasional dan orang-orang penting pada masa lampau.

Menurut Anies, justru warisan seperti itu yang kini absen atau sulit ditemui oleh masyarakat. Setelah Sebelumnya, Hikmat beranggapan gaya bicara Anies semasa menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan berbeda dengan saat dia mencalonkan diri pada Pilkada DKI Jakarta.

Ada gaya khas Anies yang disebut Hikmat hilang dan gaya bicaranya kini justru lebih mirip motivator Mario Teguh.