dikrillah's blog

Blog Informatif

Category: burung

Cara membeda kan burung puyuh betina dan jantan

Jika anda ingin beternak burung puyuh anda harus membeli bibit puyuh yang jantan dan betina. Nah apakah anda tahu apa saja ciri-ciri burung puyuh betina dan jantan , cara nya di bawah ini , silahkan di baca!!! atau kamu juga bisa baca cara membuat sangkar burung dengan mudah disitus omkicau ya.

cara memilih puyuh jantan dan betina dengan pasti ada 4 cara yaitu menggunakan ciri-ciri yang berikut ini:

  1. burung jantan berkokok, puyuh betina tidak berkokok
  2. burung betina bertelor, puyuh jantan tidak bertelor
  3. burung jantan dewasa kalau dipencet bagian perutnya keluar air mani, betina tidak keluar, keluar dari tonjolan di sekitar dubur.
  4. burung jantan kalau di potong ada 2 kelenjar testis sebesar jari ada 2 buah, betina tidak ada.

Nah Mudah sekali bukan memilih burung puyuh jantan dan betina.komposisi pakan puyuh petelur yang saya gunakan berupa konsentrat dari pabrik  yang dicampur dengan jagung halus, dan bekatul. “komposisi bahan pakannya disesuaikan dengan saran pabrik yang mengeluarkan konsentrat,” meskipum memang lebih murah jika kita menyusun pakan puyuh dari bahan-bahan yang kita buat sendiri misalnya tepung ikan, ampas tahu, tepung daun ketela pohon. Burung puyuh juga bisa menjadi makanan burung cendet loh, karena setahu saya.. burung cendet itu pemakan segalanya.

Tetapi hal tersebut akan membuat kita kesulitan untuk membuatnya untuk kebutuhan banyak dan terus menerus, juga memakan waktu dan tenaga. jika komposisi pakan selalu berubah karena ketidaktersediaan bahan maka akan menurunkan produksi telur. lebih aman jika kita menyusun pakan dari bahan yang mudah didapat meskipun sedikit lebih mahal.

Cara ternak burung Lovebird

Burung lovebird adalah burung cinta . maka dari itu burung yang satu ini jika di kawinkan sangat mudah dalam ,menghasil kan keturunan . tapi walaupun muda menternakan burung lovebird ini ada cara nya juga loh , tidak bisa sembarangan dalam menternakan burung lovebird.

tempat bertelur lovebird

lovebird membutuhkan tempat bertelur atau tempat mengerami telur yang dinamakan glodok. glodok sendiri terbuat dari kayu yang keras berukuran 20 x 20 x 25 cm dan biasanya berbentuk kotak persegi. agar lovebird nyaman, di sekitar glodok sediakan kayu yang sudah diserut, ranting kecil, atau dedaunan untuk tempat membuat sarang. oh ya, biarkan mereka yang membuat sarang sendiri.

mengetahui jenis kelamin lovebird

anda harus mengetahui jenis kelamin lovebird dan memastikan lovebird yang anda kawinkan memiliki kelamin yang berbeda. pasalnya, lovebird yang terlihat berpasangan belum tentu mempunyai kelamin yang berbeda. terkadang, lovebird jantan bisa berpasangan dengan pejantan lainnya. begitu juga sebaliknya.

tunggu sampai usia lovebird siap kawin

lovebird yang siap dikawinkan biasanya berusia minimal 1 tahun. jangan lupa, anda juga harus memilih indukan lovebird jantan yang lebih tua dari betina. hal ini ditujukan agar indukan jantan bisa lebih mendominasi pada saat melakukan proses kawin.

pembuatan kandang ternak lovebird

kandang atau sangkar untuk beternak lovebird menyesuaikan jumlah lovebird yang akan anda silangkan. jika jumlah lovebird sedikit atau hanya sepasang indukan lovebird saja, maka buatlah kandang lovebird dengan ukuran 50 x 100 x 50 cm. kalau jumlah indukan banyak, buatlah kandang lovebird yang lebih besar dan bersekat-sekat.

indukan lovebird harus sehat dan berkualitas

pilihlah indukan lovebird dari keturunan yang berkualitas. biasanya, kalau indukan berasal dari keturunan yang sehat dan berkualitas, maka anakannya nanti juga berkualitas. setelah itu, anda bisa memilih indukan lovebird dari sisi suara ataupun warna bulu, tergantung anda mau beternak lovebird untuk kontes suara burung atau kontes kecantikan warna lovebird.

Nah itu lah tahap demi tahap yang harus anda lakukan sebelum anda menternakan lovebird anda. Menternakan lovebird adalah usaha yang lumayan menjanjikan , karena penggemar burung lovebird ini di lumayan banyak.

sumber: download suara burugn lovebird

© 2017 dikrillah's blog

Theme by Anders NorenUp ↑