• Uncategorized
  • 0

Jangan memberi Madu murni pada bayi

Madu adalah salah satu minuman terbaik dunia yang sudah diakui oleh ilmu kedokteran medis modern. Disebalik khasiatnya yang sangat banyak, ternyata madu murni tidak baik diberikan untuk bayi. Karena kemurnian madu sering kali dicemari oleh suatu bakteri yang bisa menghasilkan racun di dalam saluran pencernaan bayi. Racun ini dinamakan dengan nama toksin botulinum. Inilah alasan ilmiah kenapa madu murni cukup berbahaya jika diminum oleh anak dibawah 1 tahun.

Madu murni untuk anak dibawah 1 tahun

Anak akan lebih aman jika konsumsi madu murni dimulai sejak usia satu tahun keatas. Karena, sesudah melewati usia satu tahun ini, saluran pencernaan pada bayi sudah cukup baik dan bakteri tidak dapat berkembang di saluran pencernaan. Hingga kini, belum ada proses pengolahan yang bisa membunuh bakteri tersebut tanpa merusak zat baik madu itu sendiri. Kasus keracunan itu memang jarang terjadi karena tidak semua madu murni mengandung bakteri ini. Jika anak dibawah 1 tahun minum madu murni tanpa adanya bakteri diatas, maka tidak mengapa.

Masalahnya, bagaimana kalau madu murni yang diminum pas mengandung bakteri itu? Oleh sebab itulah, selalu dianjurkan agar pemberian madu hendaknya baru dilakukan setelah bayi berusia minimal satu tahun. Usahakan Madu murni sebaiknya tidak diberikan pada anak umur dibawah satu tahun.

Robert Koch dari Institut Berlin mengatakan supaya bayi yang masih berusia 0-12 bulan tidak diberikan madu murni dalam makanan yang dimakannya. Karena cukup besar kemungkinan muncul penyakit Saeuglingsbotulismus yang timbul melalui kerja dari bakteri Clostridium Botulinum tersebut.

Penyakit ini biasanya cukup jarang terdeteksi, akan tetapi dapat mengakibatkan hingga kematian pada bayi, makanya jangan anggap remeh hal seperti ini. Penyakit ini biasanya ditemukan hanya di usia pertama kehidupan sang bayi saja, khususnya di usia 6 bulan pertama. Di masa 1 tahun pertama ini bakteri tersebut memiliki kemungkinan menimbulkan penyakit Saeuglingsbotulismus dengan proses “pengalih kekuatan” di organ cerna.

Pada anak yang diatas 1 tahun (lebih dewasa), kasus ini tidak akan muncul, dikarenkan di usia ini sudah lebih stabil. Akan tertapi, peringatan akan hal ini tidak berlaku pada makanan. Jadi, makanan yang didalamnya terkandung madu tidak menjadi masalah. Karena, proses pemanasan biasanya dapat mematikan bakteri penyebab penyakit tersebut.

Sumber : http://www.griyamadu.com/

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *